Senin, 20 Desember 2010

TIADA PILIHAN..

Aku tiada pilihan selain berpuisi.
walaupun tertikan terdampar di sepi lautan
aku tiada beralih lagi.menyatakan hasrat hati
yg bersarang di sanubari,karena tiada yg lebih
berarti selain puisiku ini,walau terkadang susah di mengerti

kubawa pilu bersama azam ku,meniti lurah sengsara,
tanpa bimbang tanpa penyesalan,
karena aku sudah biasa menangani hati kecewa
inilah gaya puisiku,penuh luka .penuh duka
kadang muak untuk dibaca.atau susah untuk di cerna

aku tiada pilihan.
.puisiku paparan jiwa ku sebenar.
bukan ku cari pujian
tidak juga ku cari tokmahan
aku hanya mencari ketenangan..dari jiwa ku yg keresahan

DERITA

Hidup ini bagaikan sebuah kapal
yg terapung di tengah lautan
di pukul ombak,di terjang ribut dan taofan

hatinya senantiasa  resah ,
cemas,dan gelisah
kegelisahan keresahan
,persoalan yg tidak bernoktah

hidup ini hanya di buai..ombak .
taofan.ribut hujan,dan panas
hatinya terus meronta untuk minta lepas
dr derita yg tidak ada penyelesaian

KENANG AKU..

Seandainya dalam do'a mu tertulis namaku
ku syukuri karena itu setiamu
andai semalam diriku kau kenang
bahagiaku karena nyata bukan mimpi
kau mengingati diri ku

seandainya hari ini masih ada 
aku dalam diri mu.terima kasih ucapku
karena aku masih hidup..walau terkadang aku merasa
aku sudah tiada lagi..bersama mu

tapi ..seandainya aku ini benar-benar mati
percayalah cinta ku tetap abadi..buat mu kekasih.

Laman

Profil saya

Foto saya
jakarta, jakarta, Indonesia
Seorang pemuda yang gelisah, Hidup di pinggiran Jakarta,Banyak hal yang dijalani untuk merubah nasib dan kehidupan lebih baik,Namun nasib dan keberuntungan tak kunjung berpihak,Kita punya cita-cita dan angan - angan yang mulia tapi tuhan punya kehendak lain.Langkah - langkah pilihanku kandas ditiup waktu,Tempat pelabuhanku terakhir menjadi seorang Penulis Puisi di Rumah yang berada di pinggiran Jakarta yang jauh dari hiruk pikuknya gemerlap ibu kota..

Entri Populer