Minggu, 15 April 2012

aku masih mencintaimu


Aku dengar bisikan angin sampaikan pesanmu padaku.
Aku rasakan tetesan embun sebagai lambang kasih sayangmu.
Kulihat pelangi hati sebagai gambaran cintamu padaku.
Kurasakan ketulusan, kejujuran, dan kesetiaanmu padaku.
Kini aku menyadari bila dirimu kau sangat sayang padaku.
Tapi semua terasa menjadi tiada indah tanpa dirimu.
Kan kujaga semua yang pernah kau berikan padaku, cinta.


Aku ingat kamu ketika senang,
karena aku selalu ingin berbagi kebahagiaan denganmu.
Ingat kamu ketika sedih,
karena kamu orang yang selalu mengerti perasaanku.
Ingat kamu ketika ketawa ato nangis,
karena kamu selalu membuat tawaku semakin lebar,
dan membuat air mataku berhenti keluar.

Kamis, 12 April 2012

Aku memilih untuk bersamamu

Kepadamu burung yang menyayangi birunya langit
Dan kepadamu angin yang membelai lembut tubuhku
Ingin kukatakan selalu ada cinta untukmu

Pernahkah kau mencoba berusaha
Tuk merasa apa yang ku rasa
Aku ingin meraih sebuah bintang
Tetapi inilah yang terjadi
Aku hanya dapat bermimpi
Memimpikan hal yang tak bisa ku gapai
Ingin aku agar mengetahui
Apa yang ingin kuutarakan..
Aku ingin bersamamu..

Sentuhlah langit
Raihlah mimpi
Ciptakan sayap untuk menggapai cinta
Terbanglah bersamaku
Biarkan jeratan cinta ini membekas dan menyatu dengan dirimu
Mengungkap misteri indahnya dunia

Hidupku mungkin tak panjang
Tetapi cintaku
Akan selama berakhirnya waktu di dunia ini
Jangan kau anggap ini hanyalah rangkaian kata
Setiap huruf, setiap kalimat ini adalah perasaanku
Perasaan dimana aku mengagumimu
Perasaan dimana hatiku tertuang dalam syair ini
Dan jika ku memilih
Aku memilih untuk bersamamu

Jumat, 06 April 2012

penyesalan


Sabtu, 6 april 2008 @ 18:45 WIB , Di pinggiran jalan ciputat raya . . . .


Pagi itu mentari bersinar menyinari persada bumi memberikan terang dan membuka tabir. kegelapan.

Kutatap langit biru bagai sebuah hamparan kain sutera yang diselimuti awan tipis yang bergerak tertiup angina

Bunga bunga  bermekaran, burung burung berkicauan riang menyambut pagi yang baru bangun dari peraduan. Suara gaduh mesin-mesin pembantu manusiapun mulai berteriak.

angin nya sejuk mengusap tubuhku yang kuyu membangkitkan semangatku untuk tegak berdiri dan melangkah kakiku menapaki jalan kehidupan yang penuh kerikil  dan duri tajam.

Dalam hatiku inilah hidup, hidup yang penuh warna warni, hidup yang penuh dengan skenario bak cerita para pujangga.

Kulihat air menggenang dalam sebuah parit dan kulihat bayangan wajahku jatuh dalam genangan air yang sedikit bergelombang seperti rasa hatiku saat ini yang dihujani dengan keresahan dan kegelisahan.

Kupandang dan kupandang air itu dalam dalam dan seakan air itu berbisik kepadaku : “kamu semakin tua, waktumu semakin sempit, skenario kehidupanmu semakin menuju ke penghujungnya. Sedangkan kereta yang akan membawamu kesebuah tujuan yang abadi telah dekat menanti, tapi… apakah kamu sudah mempersiapkan segala perbekalan….? Apakah kamu telah mempersiapkan tiket untuk memasuki sebuah singgasana keAbadian”.

Sejenak kuterdiam dan anganku meraba raba sebuah buku kehidupan, kubuka kembali dan kubaca lembaran yang telah tertulis, kurenungkan….kenapa….? kenapa….? Kenapa aku harus mengotori lembaran-lembran itu. Aku menyesal kenapa itu harus terjadi. Seandainya jarum jam bisa di putar kembali aku akan putar jarum jam itu pada awal aku menulis lembaran-lembaran putih itu dan akan kutulis sebuah puisi kehidupan dengan tinta emas.

Tapi nasi sudah jadi bubur tak mungkin menjadi nasi lagi.

Kini aku hanya bisa menulis sisa-sisa dari lembaran yang telah ternoda oleh najis dunia, tapi apakah aku bisa merangkai sebuah puisi hidup dengan tinta emas pada sisa lembaran itu….

Semangatku bak bagai air lautan yang terbendung oleh daratan… segala goda pun selalu ada.

Penyesalan yang indah


Dua tahun sudah ku buang waktuku
Berkhayal dalam harapan jadi kekasihmu
Tanpa pernah aku merasakan jenuh
Walau di tiap detiknya cinta sesakkan nafasku

Entah bagaimana hancurnya bentuk hatiku
Yang telah berkarat dihempas sang waktu
Ingin ku akhiri karma dari cinta ini
Yang buat air matamu harus tertumpah untukku

Mungkin karna terlalu indah kenangan kita
Hingga ku takkan pernah lupakan dirimu
Cinta kita dan semua rasaku

Mungkin karna terlalu dalam hatimu terluka
Hingga kau takkan pernah maafkan diriku
Dan kau berikan aku satu penyesalan yang indah


Bagaimana kau menyakinkan hatiku
Kau bukan cerita terindah dalam kisah hidupku
Yang terlukiskan indah oleh sang waktu
Dan terjaga erat oleh rasa rinduku padamu

Laman

Profil saya

Foto saya
jakarta, jakarta, Indonesia
Seorang pemuda yang gelisah, Hidup di pinggiran Jakarta,Banyak hal yang dijalani untuk merubah nasib dan kehidupan lebih baik,Namun nasib dan keberuntungan tak kunjung berpihak,Kita punya cita-cita dan angan - angan yang mulia tapi tuhan punya kehendak lain.Langkah - langkah pilihanku kandas ditiup waktu,Tempat pelabuhanku terakhir menjadi seorang Penulis Puisi di Rumah yang berada di pinggiran Jakarta yang jauh dari hiruk pikuknya gemerlap ibu kota..

Entri Populer