Jumat, 31 Desember 2010

SAJAK CINTA DI AKHIR TAHUN

Seluruh sunyi ku ku siratkan di batu2 gunung
seluruh rinduku ku rapatkan ke penjuru tanjung lautan

seluruh cinta ku ku bawa ke mana mana..

sunyi yg ku siratkan .rindu yg ku rapatkan
ada sungai kalbu yg bisa menemukan..
sunyi ku dan rindu ku yg begitu jauh..
di situlah ada akar cinta,ada pohon cinta,ada ranting cinta
ada daun cinta,ada bunga cinta,ada warna cinta,
ada cahaya cinta. ,ada cinta di dlm nyata..

sukma cinta ku kembara di dlm rindu angin
sukma cintaku bercahaya di dlm sepi..
sukma cinta ku berkilau di dlm sunyi air..
sukma cinta ku menerang di dlm kasih tanah..

seluruh cintaku ku bawa kemana mana..

ke dlm bahtera cinta kucetuskan kpd gelombang samudra
ke dlm damai  padang cinta kutuluskan kepada rumput..dan bunga bunga
ke dlm tenang gua cinta kumuluskan kepada yg maha Esa...
maka cinta itu pun bersanding di dlm nur yg tersembunyi di dalm alam roh ku..

setahun sudah ku bina istana cinta....

Ketika

Di langit-langit kamar napas kita menorehkan segurat doa
: Tuhan, beri kami kekuatan

Mata basah kita pejamkan
lisan lelah kita diamkan
detak jantung saja suara
mengulang doa serupa
: Tuhan, beri kami kekuatan

Lama kita terjaga
sepanjang terang menunggu datang harapan
hingga lusuh malam berlabuh
masih saja kita bertaruh

Di langit-langit kamar
mimpi-mimpi mulai gusar
bergetar nyaris pudar
meski begitu, masih coba kita bersabar

Aku mendekapmu
demi perih rasa sedih
aku mendekapmu

Detak jantung kita serupa
mengulang doa yang sama
: Tuhan, beri kami kekuatan

Hilangnya Senyumku

Senyumku hilang
Aku seperti terbang tanpa sayap
Seketika terjatuh dan luluh
Tanpa pengaman sehingga sakit
Seperti ombak menerpa kokoh karang
Kamu tak perlu seperti lelucon
Yang bisa buat senyumku kembali
Sakitku tiba-tiba meradang
Aku takut
Aku menangis
Tapi ku tahan
Aku tahu kau tersiksa, tapi….
Tapi aku di sana…
Dan tak kuasa aku sembunyi darimu
Ya!!! Darimu….
Senyumku t’lah hilang…
Kau tahu itu…

Laman

Profil saya

Foto saya
jakarta, jakarta, Indonesia
Seorang pemuda yang gelisah, Hidup di pinggiran Jakarta,Banyak hal yang dijalani untuk merubah nasib dan kehidupan lebih baik,Namun nasib dan keberuntungan tak kunjung berpihak,Kita punya cita-cita dan angan - angan yang mulia tapi tuhan punya kehendak lain.Langkah - langkah pilihanku kandas ditiup waktu,Tempat pelabuhanku terakhir menjadi seorang Penulis Puisi di Rumah yang berada di pinggiran Jakarta yang jauh dari hiruk pikuknya gemerlap ibu kota..

Entri Populer