Minggu, 15 Januari 2012

saat ku tatap wajah mu

sepertinya racun kesimamu tlah menjalar dalam nadiku,,
segala saraf terhenti saat dirimu tertangkap mata meski hanya sekedar bayangmu,,
sepertinya alam hening sesaat,,
hanya terdengar detak jantungku yg semakin cepat,,

otak tak mampu merangkai kata,,
meskipun hanya sekedar sapa,,
terdiam layaknya seonggok arca,,
sungguh tak berdaya,,

ini bukan semata kata² hiperbola,,
bukan pula aku coba mendramatisir situasi,,
tapi ini memang yg kurasa,,
saat mata kita berpaut, ini yg terjadi.

tapi nanti

dasarku tak sekokoh tanah,,
setiap langkahku tak selamanya terarah,,
pandangku tak seluas cakrawala,,
jalan berkabut masih bisa butakan mata,,
tapi apakah malam selamanya berbintang,,??
apakah selamanya arus laut itu tenang,,??

mungkin sekarang,,
bagi kalian aku adalah ulat yg menjijikan,,
tapi nanti ketika sayapku telah terkembang,,
akanku indahkan taman kalian bukan terbang meninggalkan.

IBU


IBU senandung lagu ku
ku nyanyikan slalu untuk mu
engkau penyejuk hati ku
tanpa mu tiadalah aku

ku selalu mohon doa mu
bahagia hidup mati ku
IBU kau lah harapan ku
tanpa mu tiadalah aku

IBU pelita hidup ku,

penerang hati ku,

belahan jiwa ku,

kau matahari ku

surga di telapak kaki mu
rhido allah sama dengan rhido mu
begitulah sabda nabi ku
tanpa mu tiadalah aku

IBU perisai hidupku
pertaruhkan nyawa untuk ku
cinta mu terangi jalan ku
tanpa mu tiadalah aku

hanyalah IBU ku
curahan hati ku
penawar duka ku
bidadari ku
ialah IBU

Laman

Profil saya

Foto saya
jakarta, jakarta, Indonesia
Seorang pemuda yang gelisah, Hidup di pinggiran Jakarta,Banyak hal yang dijalani untuk merubah nasib dan kehidupan lebih baik,Namun nasib dan keberuntungan tak kunjung berpihak,Kita punya cita-cita dan angan - angan yang mulia tapi tuhan punya kehendak lain.Langkah - langkah pilihanku kandas ditiup waktu,Tempat pelabuhanku terakhir menjadi seorang Penulis Puisi di Rumah yang berada di pinggiran Jakarta yang jauh dari hiruk pikuknya gemerlap ibu kota..

Entri Populer