Sabtu, 29 Oktober 2011

Untukmu Garuda Mudaku

Kami mendukung Timnas Negri ini…
Timnas Indonesia Negri dimanaku lahir,dibesarkan dan mati nanti…

Mendukung sepak bola negri ini bagi kami adalah kewajiban yang timbul dari hati…
Tak ada paksaan dari pihak manapun karena ini muncul dari diri…
Menjaga bersama-sama kehormatan sepak bola negri ini dari para benalu yang merusak…

Tahun ini,Awal bulan depan

,SEA Games 2011 kali ini adalah titik balik kejaya’an mu…
Perlahan tapi pasti saya yakin julukan “macan asia” itu kan kembali ke bumi pertiwi…

Kalo boleh jujur saya salah satu orang yang setuju tidak setuju dengan di adanya naturalisasi, saya yakin rasa kebangga'an itu akan jauh berkali lipat apabila yang bertarung di bawah naungan sang merah putih adalah para putra bangsa Indonesia tanpa naturalisasi... maksud saya di sini bukan untuk memojokan satu pihak namun itulah pandangan saya pribadi, anda pun boleh memiki pandangan anda masing-masing…

Terlepas naturalisasi atau tidak saya hanya berharap yang terbaik untuk sepak bola negri ini… karena sudah saatnya sepak bola Indonesia kembali bertengger di posisi atas…

Karena sudah cukup hujatan bagi timnas sepak bola negri ini…
Karena sudah cukup pandangan sebelah mata bagi kekuatan sepak bola negri ini…
Karena sudah saatnya stadion menjadi tempat liburan bagi keluarga…


Jika Timnas Indonesia menjuarai ajang ini,,
Ini semua adalah penghormatan dan kebanggaan bagi bangsa Indonesia…
Karena pada intinya sebuah tim sepak bola adalah gabungan dari 11 individu yg berbeda-beda yg menjadi kesatuan di dlm lapangan hijau... jika sebuah tim menang atau kalah bukanlah kesuksesan/kegagalan satu individu saja namun kesuksesan/kegagalan satu tim tersebut,,mulai dari 11 individu di lapangan hijau,pemain cadangan,para official dan para supporter
BUKAN HANYA KESUKSESAN BAGI SATU INDIVIDU SAJA…!

Jiwa raga ini ku sembahkan untuk mendukung mu GARUDA…!

GARUDA DI DADAKU
GARUDA KEBANGGAAN KU
KU YAKIN TAHUN INI
PASTI JUARA

Asal Usul CINTA MONYET

Dalam perjalanan hidup anak manusia pasti pernah mengalami cinta monyet (baik itu bertepuk sebelah tangan atau bertepuk kedua tangan). Perasaan jatuh cinta saat remaja atau bahkan saat anak-anak.

Mungkin Sudah banyak artikel tentang cinta dan berbagai literatur tips cinta yang membahasnya. Mengapa pria dan wanita jatuh cinta pada usia seperti ini ?

Cinta monyet ini sebenarnya hanya sebuah sindiran yang digunakan untuk seseorang yang kurang mencintai pasangannya. Jatuh cinta sesaat dan kurang begitu mencintai.

Cinta monyet…. Sebenarnya Istilah yang “fenomenal” pada dasar warsa akhir thn 1960-an sampai pada awal tahun 1980-an. Istilah ini dipakai oleh beberapa seniman (dalam bentuk Puisi dan juga Lagu), para psikolog untuk meneliti tingkah-laku, gaya dan cara bergaul anak-anak remaja pada dasarwarsa tersebut diatas. Ketika itu terjadi perubahan besar dalam kehidupan anak-anak remaja Indonesia bahkan juga para pemuda-pemudi; dari yang terkungkung, anak sopan menjadi bebas dan liar, termasuk dalam menjalin hubungan pada lawan jenis. Dalam perubahan seperti itu, pada umumnya anak-anak sekolahan, (dari SMP-SMA) mulai terbuka untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis (ketika itu, seorang siswa yang punya Pacar akan dianggap tidak sopan, belum pantas; baik oleh orang tua, maupun para guru).

Akibatnya, anak-anak remaja pada masa itu, sembunyi-sembunyi berpacaran, dan merasa malu jika ketahuan orang sedang berpacaran, komunikasi lebih banyak lewat surat (bandingkan dngn keadaan sekarang; seorang remaja akan sangat terbuka mengungkapkan perasaannya dan merasa bangga memiliki seorang pacar tidak perlu disembunyikan; medianyapun lebih banyak).



Penjelasan ke-dua : Sikap orang tua termasuk guru, para seniman, para phsycolog; menganggap bahwa para remaja dimasa itu belum tahu arti Cinta. Menurut Mereka (orang tua, guru, seniman, psikolog) situasi dan tren masa itu terjadi karena anak-anak sekolah tadi terlalu banyak menonton (TV, Video, film dari Eropa, India, dan Amerika) merambah dan memenuhi gedung-gedung bioskop di Indonesia. Katanya, fenomenal CINTA MONYET adalah gambaran gaya berpacaran anak remaja Indonesia (masa itu) dengan segala pola tingkah-laku yang serba tanggung dan malu-malu.

Ke-tiga : Analogi itu dilihat dari kebiasaan monyet selalu memperlihatkan sikap malu (sembunyi) meskipun ingin tahu.

Tipe cinta seperti ini berakhir bukan karena maut memisahkan. Tapi lebih karena sudah beda sekolah atau karena sudah menemukan pria idaman lain maupun wanita yang lebih cantik :D

Walaupun semua itu akhirnya hanya menjadi kenangan. Menjadi buih-buih kecil yang terlupakan oleh waktu. Hanya menjadi tips cinta dari seorang guru supaya muridnya tidak hanya jatuh cinta tapi lebih memperhatikan pendidikannya saja.

Laman

Profil saya

Foto saya
jakarta, jakarta, Indonesia
Seorang pemuda yang gelisah, Hidup di pinggiran Jakarta,Banyak hal yang dijalani untuk merubah nasib dan kehidupan lebih baik,Namun nasib dan keberuntungan tak kunjung berpihak,Kita punya cita-cita dan angan - angan yang mulia tapi tuhan punya kehendak lain.Langkah - langkah pilihanku kandas ditiup waktu,Tempat pelabuhanku terakhir menjadi seorang Penulis Puisi di Rumah yang berada di pinggiran Jakarta yang jauh dari hiruk pikuknya gemerlap ibu kota..

Entri Populer