Kamis, 27 Januari 2011

Untuk Mu

Saat aku mulai bangun pagi ini,

di senja tidur setengah sadar,

Aku melihat mu dalam mata fikiran ku.



Kita berdiri saling berhadapan,

sangat dekat tetapi tidak menyentuh.karena kau jauh

Aku bisikan di telinga mu..bahwa aku mencintai mu



angan ku memegang erat bayang mu

Aku ingin kau tahu...bahwa aku ingin bertemu

bukan sekedar hadir bayang mu..

Aku ingin kau tahu. bahwa.ku ingin memeluk mu erat..

bukan untuk sesaat...tapi sampai dunia akherat...

Senyap

Senyap datang

Menyelinap dari daun jendela

Bersikeras mengulang-ulang tanya

Kemana hujan?

Kemana seribu riuh angan?



Tidak sempat ia lihat

Mataku basah karena lelah

Riak isak bahkan tidak kusembunyikan

Sebutir masih jatuh bergulir

Masih tak sempat ia melihat



Kukembangkan pelukan

Ini rupa yang diam-diam kutangisi

Rasakan dan coba mengerti



Lagi-lagi getir mengalir

Tak ada hujan, yang kupunya cuma ratapan



Senyap lalu diam

Menutup jendela perlahan

Tak perlu lagi hujan

Tak bertanya, ia usap basah wajahku

Berdua kami bertahan, menyambut mimpi malam

Laman

Profil saya

Foto saya
jakarta, jakarta, Indonesia
Seorang pemuda yang gelisah, Hidup di pinggiran Jakarta,Banyak hal yang dijalani untuk merubah nasib dan kehidupan lebih baik,Namun nasib dan keberuntungan tak kunjung berpihak,Kita punya cita-cita dan angan - angan yang mulia tapi tuhan punya kehendak lain.Langkah - langkah pilihanku kandas ditiup waktu,Tempat pelabuhanku terakhir menjadi seorang Penulis Puisi di Rumah yang berada di pinggiran Jakarta yang jauh dari hiruk pikuknya gemerlap ibu kota..

Entri Populer