Kamis, 22 Desember 2011

Untuk mu yang masih dalam RAHASIA Allah

Untuk mu yang masih dalam RAHASIA Allah.

Izinkanlah aku menjadi
IMAM
dalam hidupmu, yang MENCINTAI
dirimu dari
KEKURANGAN
dan
KELEBIHAN mu.

Ku tau tidak MUDAH dirimu untuk MENERIMA diriku, karena dirimu TAKUT jika dirimu DISAKITI lagi.

Untuk mu yang masih dalam RAHASIA Allah....

Jika dirimu takut GAGAL maka BERMUNAJATlah kepada-Nya dan berISTIKHARAHlah, agar dirimu tidak GAGAL untuk kesekiaan kali.

Ku tunggu JAWABAN darimu.

jika kau mau MENERIMA diriku, maka ku akan meminta DO'A dan RESTU dari kedua orang tuamu.

Serta ku akan MENGKHITBAH dirimu.

Jika kau MENOLAK cintaku, maka ku akan DO'Akan dirimu.

Agar Allah memberikan calon IMAM yang lebih baik dariku.

♥ Salam SANTUN ♥

Selasa, 20 Desember 2011

Ternyata 28kg dari 38Kg Emas di Tugu Monas Teuku Markam

Ternyata 38 kg emas yang dipajang di puncak tugu Monumen Nasional (Monas) Jakarta, 28 kg di antaranya adalah sumbangan dari Teuku Markam , salah seorang saudagar Aceh yang pernah menjadi orang terkaya Indonesia. Orang-Orang hanya tahu bahwa emas tersebut memang benar sumbangan saudagar Aceh. Namun tak banyak yang tahu, bahwa Teuku Markamlah saudagar yang dimaksud itu.

Itu baru segelintir karya Teuku Markam untuk kepentingan negeri ini. Karya lainnya, ia pun ikut membebaskan lahan Senayan untuk dijadikan pusat olah raga terbesar Indonesia. Tentu saja banyak bantuan-bantuan Teuku Markam lainnya yang pantas dicatat dalam memajukan perekonomian Indonesia di zaman Soekarno, hingga menempatkan Markam dalam sebuah legenda.

Di zaman Orba, karyanya yang terbilang monumental adalah pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat. Jalan Medan-Banda Aceh, Bireuen-Takengon, Meulaboh, Tapaktuan dan lain-lain adalah karya lain dari Teuku Markam yang didanai oleh Bank Dunia. Sampai sekarang pun, jalan-jalan itu tetap awet. Teuku Markam pernah memiliki sejumlah kapal, dok kapal di Jakarta, Makassar, Medan, Palembang. Ia pun tercatat sebagai eksportir pertama mobil Toyota Hardtop dari Jepang. Usaha lain adalah mengimpor plat baja, besi beton sampai senjata untuk militer.

Mengingat peran yang begitu besar dalam percaturan bisnis dan perekonomian Indonesia, Teuku Markam pernah disebut-sebut sebagai anggota kabinet bayangan pemerintahan Soekarno. Peran Markam menjadi runtuh seiring dengan berkuasanya pemerintahan Soeharto. Ia ditahan selama delapan tahun dengan tuduhan terlibat PKI. Harta kekayaannya diambil alih begitu saja oleh Rezim Orba. Pernah mencoba bangkit sekeluar dari penjara, tapi tidak sempat bertahan lama. Tahun 1985 ia meninggal dunia. Ahli warisnya hidup terlunta-lunta sampai ada yang menderita depresi mental. Hingga kekuasaan Orba berakhir, nama baik Teuku Markam tidak pernah direhabilitir. Anak-anaknya mencoba bertahan hidup dengan segala daya upaya dan memanfaatkan bekas koneksi-koneksi bisnis Teuku Markam. Dan kini, ahli waris Teuku Markam tengah berjuang mengembalikan hak-hak orang tuanya.


Siapakah Teuku Markam ?
Teuku Markam turunan uleebalang. Lahir tahun 1925. Ayahnya Teuku Marhaban. Kampungnya Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara. Sejak kecil Teuku Markam sudah menjadi yatim piatu. Ketika usia 9 tahun, Teuku Marhaban meninggal dunia. Sedangkan ibunya telah lebih dulu meninggal. Teuku Markam kemudian diasuh kakaknya Cut Nyak Putroe. Sempat mengecap pendidikan sampai kelas 4 SR (Sekolah Rakyat).

Teuku Markam tumbuh lalu menjadi pemuda dan memasuki pendidikan wajib militer di Koeta Radja (Banda Aceh sekarang) dan tamat dengan pangkat letnan satu. Teuku Markam bergabung dengan Tentara Rakyat Indonesia (TRI) dan ikut pertempuran di Tembung, Sumatera Utara bersama-sama dengan Jendral Bejo, Kaharuddin Nasution, Bustanil Arifin dan lain-lain. Selama bertugas di Sumatera Utara, Teuku Markam aktif di berbagai lapangan pertempuran. Bahkan ia ikut mendamaikan clash antara pasukan Simbolon dengan pasukan Manaf Lubis.

Sebagai prajurit penghubung, Teuku Markam lalu diutus oleh Panglima Jenderal Bejo ke Jakarta untuk bertemu pimpinan pemerintah. Oleh pimpinan, Teuku Markam diutus lagi ke Bandung untuk menjadi ajudan Jenderal Gatot Soebroto. Tugas itu diemban Markam sampai Gatot Soebroto meninggal dunia.

Adalah Gatot Soebroto pula yang mempercayakan Teuku Markam untuk bertemu dengan Presiden Soekarno. Waktu itu, Bung Karno memang menginginkan adanya pengusaha pribumi yang betul-betul mampu menghendel masalah perekonomian Indonesia. Tahun 1957, ketika Teuku Markam berpangkat kapten (NRP 12276), kembali ke Aceh dan mendirikan PT Karkam. Ia sempat bentrok dengan Teuku Hamzah (Panglima Kodam Iskandar Muda) karena "disiriki" oleh orang lain. Akibatnya Teuku Markam ditahan dan baru keluar tahun 1958. Pertentangan dengan Teuku Hamzah berhasil didamaikan oleh Sjamaun Gaharu.

Keluar dari tahanan, Teuku Markam kembali ke Jakarta dengan membawa PT Karkam. Perusahaan itu dipercaya oleh Pemerintah RI mengelola pampasan perang untuk dijadikan dana revolusi. Selanjutnya Teuku Markam benar-benar menggeluti dunia usaha dengan sejumlah aset berupa kapal dan beberapa dok kapal di Palembang, Medan, Jakarta, Makassar, Surabaya. Bisnis Teuku Markam semakin luas karena ia juga terjun dalam ekspor - impor dengan sejumlah negara. Antara lain mengimpor mobil Toyota Hardtop dari Jepang, besi beton, plat baja dan bahkan sempat mengimpor senjata atas persetujuan Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam) dan Presiden.

Komitmen Teuku Markam adalah mendukung perjuangan RI sepenuhnya termasuk pembebasan Irian Barat serta pemberantasan buta huruf yang waktu itu digenjot habis-habisan oleh Soekarno. Hasil bisnis Teuku Markam konon juga ikut menjadi sumber APBN serta mengumpulkan sejumlah 28 kg emas untuk ditempatkan di puncak Monumen Nasional (Monas). Sebagaimana kita tahu bahwa proyek Monas merupakan salah satu impian Soekarno dalam meningkatkan harkat dan martabat bangsa.

Peran Teuku Markam menyukseskan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika tidak kecil berkat bantuan sejumlah dana untuk keperluan KTT itu.

Teuku Markam termasuk salah satu konglomerat Indonesia yang dikenal dekat dengan pemerintahan Soekarno dan sejumlah pejabat lain seperti Menteri PU Ir Sutami, politisi Adam Malik, Soepardjo Rustam, Kaharuddin Nasution, Bustanil Arifin, Suhardiman, pengusaha Probosutedjo dan lain-lain. Pada zaman Soekarno, nama Teuku Markam memang luar biasa populer. Sampai-sampai Teuku Markam pernah dikatakan sebagai kabinet bayangan Soekarno.

Sejarah kemudian berbalik. Peran dan sumbangan Teuku Markam dalam membangun perekonomian Indonesia seakan menjadi tiada artinya di mata pemerintahan Orba. Ia difitnah sebagai PKI dan dituding sebagai koruptor dan Soekarnoisme.

Tuduhan itulah yang kemudian mengantarkan Teuku Markam ke penjara pada tahun 1966. Ia dijebloskan ke dalam sel tanpa ada proses pengadilan. Pertama-tama ia dimasukkan tahanan Budi Utomo, lalu dipindahkan ke Guntur, selanjutnya berpindah ke penjara Salemba Jln Percetakan Negara. Lalu dipindah lagi ke tahanan Cipinang, dan terakhir dipindahkan ke tahanan Nirbaya, tahanan untuk politisi di kawasan Pondok Gede Jakarta Timur. Tahun 1972 ia jatuh sakit dan terpaksa dirawat di RSPAD Gatot Subroto selama kurang lebih dua tahun.

Peralihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto membuat hidup Teuku Markam menjadi sulit dan prihatin. Ia baru bebas tahun 1974. Ini pun, kabarnya, berkat jasa- jasa baik dari sejumlah teman setianya. Teuku Markam dilepaskan begitu saja tanpa ada konpensasi apapun dari pemerintahan Orba. "Memang betul, saat itu Teuku Markam tidak akan menuntut hak- haknya. Tapi waktu itu ia kan tertindas dan teraniaya," kata Teuku Syauki Markam, salah seorang putra Teuku Markam.

Soeharto selaku Ketua Presidium Kabinet Ampera, pada 14 Agustus 1966 mengambil alih aset Teuku Markam berupa perkantoran, tanah dan lain-lain yang kemudian dikelola PT PP Berdikari yang didirikan Suhardiman untuk dan atas nama pemerintahan RI. Suhardiman, Bustanil Arifin, Amran Zamzami (dua orang terakhir ini adalah tokoh Aceh di Jakarta) termasuk teman-teman Markam. Namun tidak banyak menolong mengembalikan asset PT Karkam. Justru mereka ikut mengelola aset-aset tersebut di bawah bendera PT PP Berdikari. Suhardiman adalah orang pertama yang memimpin perusahaan tersebut. Di jajaran direktur tertera Sukotriwarno, Edhy Tjahaja, dan Amran Zamzami. Selanjutnya PP Berdikari dipimpin Letjen Achmad Tirtosudiro, Drs Ahman Nurhani, dan Bustanil Arifin SH.

Pada tahun 1974, Soeharto mengeluarkan Keppres N0 31 Tahun 1974 yang isinya antara lain penegasan status harta kekayaan eks PT Karkam/PT Aslam/PT Sinar Pagi yang diambil alih pemerintahan RI tahun 1966 berstatus "pinjaman" yang nilainya Rp 411.314.924,29 sebagai penyertaan modal negara di PT PP Berdikari.

Kepres itu terbit persis pada tahun dibebaskannya Teuku Markam dari tahanan.

Proyek Bank Dunia
Sekeluar dari penjara, tahun 1974, Teuku Markam mendirikan PT Marjaya dan menggarap proyek-prorek Bank Dunia untuk pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat. Tapi tidak satupun dari proyek-proyek raksasa yang dikerjakan PT Marjaya baik di Aceh maupun di Jawa Barat, mau diresmikan oleh pemerintahan Soeharto. Proyek PT Marjaya di Aceh antara lain pembangunan Jalan Bireuen - Takengon, Aceh Barat, Aceh Selatan, Medan-Banda Aceh, PT PIM dan lain-lain.

Teuku Syauki menduga, Rezim Orba sangat takut apabila Teuku Markam kembali bangkit. Untuk itulah, kata Teuku Syauki, proyek-proyek Markam "dianggap" angin lalu.

Teuku Markam meninggal tahun 1985 akibat komplikasi berbagai penyakit di Jakarta. Sampai akhir hayatnya, pemerintah tidak pernah merehabilitasi namanya. Bahkan sampai sekarang.

Selasa, 13 Desember 2011

Setitik Cahaya

diam ku adalah tangis ku..
senyum di atas luka yg membiru..
tangis hiba ku..meratapi pemergian mu
walau ku tahu kau pasti kembali padaku.
namun ragu ku..di atas kepercayaan ku
...
entah kenapa keresahan..semakin menhantui ku
sekali pun ku tahu..batapa besar cinta mu padaku
...
adakah ini karena kau bukan milik ku,,seutuh nya!!!!
atau karena jarak kita yg jauh berjela!!!!
hanya satu yg aku pinta,semoga Tuhan menetapkan hati kita
berapa berat pun aku terima,krn ku tahu di depan ku ada setitik cahaya

Senin, 12 Desember 2011

Rhido yang Hakiki

ku ingin terbang bersama mu mentari..
ku ingin berlari dengan mu matahari
agar dapat ku temui.sang kekasih hati.
karena aku tak sanggup lagi menanti..
biar aku yang menghampiri...sekalipun beribu batu ku tak perduli.. 
Hanya padaMU Illahi..ku mohon kekuatan diri..
karena hanya Engkau yg mengetahui..kiranya cinta kami yg suci...
satukan kami dlm ridho Mu yg hakiki..

Minggu, 11 Desember 2011

MENGERTILAH CINTA

Seandainya dirimu
masih seperti yang duLu
pasti aq banggakan
pasti aku rindukan "dirimu . . ."

mengapa tak kau ungkapkan
rasa cinta mu pada ku
ku tlah lama menunggu
tapi engkau berpaling "dengan dya"

mengertilah cinta yg ku genggam
tak seperti yang ku inginkan
jangan paksa aqu mencintai mu
seperti apa adanya...

ku takkan pernah kembali
seperti yang kau inginkan
memang sulit bagi ku
tuk Lupakan semua "Cinta mu"

mana senyum manis mu
yang sempat aku banggakan
semuanya tlah sirna
mungkin kau tlah bahagia "di sisinya"

Sabtu, 10 Desember 2011

aku adaLah aku

Aku adalah aku,dengan semua kenangan masa laluku, dengan angan, harapan serta impianku
Aku adalah aku, dengan segala tindak tandukku, dengan sikap dan sifatku
dengan sejuta ekspresi wajah dan seribu perasaan yang ku punya
Diriku lengkap dengan adanya keluarga dan sahabat yang menyertaiku.
Tak bisa menjadi seperti yang lain, dan tak mau menjadi orang lain
... Karena aku adalah aku…

Bagaikan kepingan puzzle yang terpisah, aku ingin menjadi kepingan yang pas d sana…
di salah satu sudut hatimu, di salah satu elemen kehidupanmu…
tanpa harus merubah bentuk asliku, tanpa perlu merubah segala yang ada di dalam diriku..

ASMARA BISU

Diam,
Diamlah kekasihku
Rasakanlah setiap desah dalam nafasku
... Rasakanlah degup jantung didalam dadaku
Dan rasakan pula denyut nadi yang mengalir dalam aliran darahku

Betapa disana ada dan tersebut namamu
Yang selalu bergelora kala setiap hurufnya tereja
Dan disana pula terlukis wajah teduhmu
Yang senantiasa menghias indah warna teja

Dengar,
Dengarlah kekasihku
Hembusan bayu yang semilir dilembab basah rembah jingga senja
Serasa mengalun musik dari sepasang perkusi hati
Yang iramanya sanggup menidurkan amuk gunung api tinggi
Dan yang sejuknya meluruhkan sombong surya hingga memanja

Dan kini rasakanlah duhai sayangku,
Betapa genderang rindu kian bertalu didalam dadaku
Menghentak setiap detiknya hingga meluluhkan persendianku
Juga telah membungkam hingga tak sepatahpun kata terucap dari bibirku

Dan pada rona jingga senja tadi
Segala isak yang tertahan dalam sebah semalam
Telah pula kulaungkan sebait doa yang menyusup hingga nadi
Yang memintal setiap harap menjadi penghias mimpi malam

Dan saat temaramnya surya hingga hadirnya rembulan
Kembali kukatubkan bibirku bersama hangatnya senyuman
Meretas setiap angan yang kembali hadir usai senja hari
Serta menahan gejolak dengan gelora yang nyaris membakar diri

Kekasihku,
Asmara bisu yang bergelayut diantara senja biru
Biarkan hadirnya membungkam kesemuan waktu yang membeku
Melibas segala kalut dan kegundahan dalam haru
Lalu meniupkan ruh disetiap butiran asamu dan asaku

Laman

Profil saya

Foto saya
jakarta, jakarta, Indonesia
Seorang pemuda yang gelisah, Hidup di pinggiran Jakarta,Banyak hal yang dijalani untuk merubah nasib dan kehidupan lebih baik,Namun nasib dan keberuntungan tak kunjung berpihak,Kita punya cita-cita dan angan - angan yang mulia tapi tuhan punya kehendak lain.Langkah - langkah pilihanku kandas ditiup waktu,Tempat pelabuhanku terakhir menjadi seorang Penulis Puisi di Rumah yang berada di pinggiran Jakarta yang jauh dari hiruk pikuknya gemerlap ibu kota..

Entri Populer