Senin, 20 Februari 2012

Galau


Sayang, aku rindu mata mu
Sayang, aku rindu senyum mu
Kapan kau datang,,??

satu hari tak bertemu
Satu hari tiada kabar mu
Aq Rindu .. . .
Berat laju langkah ku
Tidurpun tak nyenyak karna memikirkan mu
Jauh engkau disana
Apakah sama dengan yang ku rasa
Rindu setengah mati tanpa mu
Doa ku untuk mu semoga kau baik-baik saja

Minggu, 19 Februari 2012

Lelah


Lelah,Cuma itu kata yang bisa keluar dari mulut aq
Lelah dengan keadaan orang rumah
Lelah menjalankan hubungan tanpa kepastian
Lelah menuruti semua kemauan nya
Kemauan orang tua,,
Kemauan pacar,
Kemauan ade sendiri

Ntah apa yang harus aq lakukan
Ntah apa yang harus aq kerjakan

Sungguh beban yang besar menjadi anak pertama tanpa seorang ayah
Beban yg hanya diri qu pikul saat ini,
Tanpa ada yang bisa mengertikan posisi aq,
Ini hanaya sepenggal cerita ku,
masih banyak cerita ku yang lain
Cerita yang hanya bisa ku simpan dalam hati,,
tanpa seorangpun tahu..

Kamis, 09 Februari 2012

Opini ku


Manusia sama saja dengan binatang
Namun caranya berbeda
Dalam memperoleh makanan

Binatang tak mempunyai akal dan fikiran
Segala cara di halalkan demi perut kenyang
Binatang tak pernah tau rasa belas kasihan
Padahal di sekitarnya petani berjalan pincang

Namun kadang kala ada manusia seperti binatang
Bahkan manusia lebih kejam dari binatang macan

Tampar kiri kanan alasan untuk makan
Padahal semua tau dya serba kecukupan
Intip kiri kanan lalu curi jatah orang
Peduli sahabat kental, kurus, kering, kelapan

Selasa, 07 Februari 2012

untuk ibu

Wahai angin…
Ku titipkan hembusan cinta suci ini…
Untuk orang terkasih dari orang yang paling ku sayang,
Orang terhebat dari orang-orang teristimewa…
Dia adalah sosok yang dulu aku berada di perutnya selama 9 bulan,
Yang kerap kubentak!
Saat inginku tak terpenuhi
Yang kerap ku acuhkan,
Saat dia penuh harap akanku…
Ibu…
Koreng ini belum juga mengering…
Bahkan nanah itu kian membusuk,
Pada jiwa-jiwa tak tenang…
Pada sujud sepertiga malam itu doaku melambung,
Bertebaran bersama meteor, membentuk satu rasi…
Ku mencipta wajah teduhmu dalam lentera kalbuku…
Nasihat bijakmu menambal luka-luka akhlakku…
Aliran deras dari sudut mataku,
Menyiratkan duka…
Penyesalan,
Dulu, ku menyisakan luka menganga…
Membekas mengguratkan lara,
Keluh kesahmu tak pernah kau adu, padaku…
Kau tegar dalam segala pahitnya kenyataan,
Kini ku terlahir bagai bayi suci…
Merengek…
Memohon,
Mengemis maaf dari hatimu…
Senyum simpul nan renyahmu teramat tulus,
Menyambut segala “kekurangajaranku”
Harapku, bisa terlelap di telapak kakimu
Kelak…
Ingin ku cium kakimu,
Memelukmu erat pada taman-taman syurga
Duduk berdua…
Bercengkerama mesra pada dipan-dipan milikNya…
Ibu…
Kau tahu?
Curahan hidupku untukmu,
Dunia harus tahu bahwa aku sangat mencintaimu…
Rabbi izinkan aku melukis bahagia pada jiwanya…
Menopang segala kepayahannya…
Ibu, I LOVE YOU

Laman

Profil saya

Foto saya
jakarta, jakarta, Indonesia
Seorang pemuda yang gelisah, Hidup di pinggiran Jakarta,Banyak hal yang dijalani untuk merubah nasib dan kehidupan lebih baik,Namun nasib dan keberuntungan tak kunjung berpihak,Kita punya cita-cita dan angan - angan yang mulia tapi tuhan punya kehendak lain.Langkah - langkah pilihanku kandas ditiup waktu,Tempat pelabuhanku terakhir menjadi seorang Penulis Puisi di Rumah yang berada di pinggiran Jakarta yang jauh dari hiruk pikuknya gemerlap ibu kota..

Entri Populer