Sabtu, 10 Desember 2011

ASMARA BISU

Diam,
Diamlah kekasihku
Rasakanlah setiap desah dalam nafasku
... Rasakanlah degup jantung didalam dadaku
Dan rasakan pula denyut nadi yang mengalir dalam aliran darahku

Betapa disana ada dan tersebut namamu
Yang selalu bergelora kala setiap hurufnya tereja
Dan disana pula terlukis wajah teduhmu
Yang senantiasa menghias indah warna teja

Dengar,
Dengarlah kekasihku
Hembusan bayu yang semilir dilembab basah rembah jingga senja
Serasa mengalun musik dari sepasang perkusi hati
Yang iramanya sanggup menidurkan amuk gunung api tinggi
Dan yang sejuknya meluruhkan sombong surya hingga memanja

Dan kini rasakanlah duhai sayangku,
Betapa genderang rindu kian bertalu didalam dadaku
Menghentak setiap detiknya hingga meluluhkan persendianku
Juga telah membungkam hingga tak sepatahpun kata terucap dari bibirku

Dan pada rona jingga senja tadi
Segala isak yang tertahan dalam sebah semalam
Telah pula kulaungkan sebait doa yang menyusup hingga nadi
Yang memintal setiap harap menjadi penghias mimpi malam

Dan saat temaramnya surya hingga hadirnya rembulan
Kembali kukatubkan bibirku bersama hangatnya senyuman
Meretas setiap angan yang kembali hadir usai senja hari
Serta menahan gejolak dengan gelora yang nyaris membakar diri

Kekasihku,
Asmara bisu yang bergelayut diantara senja biru
Biarkan hadirnya membungkam kesemuan waktu yang membeku
Melibas segala kalut dan kegundahan dalam haru
Lalu meniupkan ruh disetiap butiran asamu dan asaku

Tidak ada komentar:

Laman

Profil saya

Foto saya
jakarta, jakarta, Indonesia
Seorang pemuda yang gelisah, Hidup di pinggiran Jakarta,Banyak hal yang dijalani untuk merubah nasib dan kehidupan lebih baik,Namun nasib dan keberuntungan tak kunjung berpihak,Kita punya cita-cita dan angan - angan yang mulia tapi tuhan punya kehendak lain.Langkah - langkah pilihanku kandas ditiup waktu,Tempat pelabuhanku terakhir menjadi seorang Penulis Puisi di Rumah yang berada di pinggiran Jakarta yang jauh dari hiruk pikuknya gemerlap ibu kota..

Entri Populer